Pemkab Kolut Asyik Resmikan Rumah Jabatan Super Mewah, Bandara Dilupakan?

‎Kolutsociety.online - Di tengah belum jelasnya progres pembangunan bandara yang pernah dijanjikan rampung pada 2022–2023, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara justru meresmikan Rumah Jabatan Wakil Bupati pada 11 Februari 2026.

Agenda tersebut diberitakan oleh Kolut Times sebagai kegiatan penuh rasa syukur dan simbol dedikasi kepemimpinan.

‎Secara administratif, peresmian rumah jabatan tentu sah dan merupakan bagian dari fasilitas pemerintahan. Namun secara politik dan moral, publik berhak membandingkan prioritas.

Di satu sisi, infrastruktur strategis seperti bandara yang dijanjikan sejak awal periode kepemimpinan belum juga beroperasi. Di sisi lain, fasilitas pejabat justru diresmikan dengan seremoni resmi.

‎Pertanyaan yang muncul bukan sekadar soal kemewahan bangunan, melainkan sensitivitas kebijakan. Apakah pembangunan fasilitas elite pemerintahan lebih mendesak dibandingkan proyek konektivitas daerah yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat?

‎Bandara Kolaka Utara pernah disebut sebagai prioritas utama untuk memangkas jalur transportasi dan mendorong investasi. Jika proyek itu tersendat—baik karena kendala teknis, fiskal, maupun hukum—maka transparansi dan percepatan penyelesaian seharusnya menjadi fokus utama pemerintah daerah saat ini.

‎Kesenjangan antara janji infrastruktur publik dan realisasi fasilitas pejabat dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Apalagi proyek bandara sempat dikaitkan dengan persoalan hukum dalam tahap pematangan lahan. Situasi ini menuntut kehati-hatian, bukan selebrasi berlebihan.

‎Bukan berarti rumah jabatan tidak penting. Tetapi dalam konteks manajemen prioritas, pembangunan yang menyentuh kepentingan luas mestinya menjadi arus utama kebijakan. Infrastruktur publik adalah pengungkit ekonomi, bukan sekadar simbol status kekuasaan.

‎Jika pemerintah daerah ingin menjaga legitimasi dan kepercayaan publik, maka yang dibutuhkan saat ini adalah laporan terbuka mengenai progres bandara: persentase fisik, realisasi anggaran, serta kepastian arah kebijakan. Tanpa itu, wajar jika muncul pertanyaan tajam: apakah proyek strategis itu benar-benar masih menjadi prioritas?

‎Peresmian rumah jabatan mungkin memberi kenyamanan bagi pejabat. Namun yang lebih dinantikan masyarakat adalah landasan pacu yang benar-benar bisa didarati pesawat—bukan sekadar janji yang terus tertunda.

Lebih baru Lebih lama