Kolutsociety.online - Suasana bulan suci Ramadan di Kabupaten Kolaka Utara diwarnai dengan temuan yang memicu perhatian publik. Minggu, (22/2/2026).
Sejumlah botol minuman keras ditemukan di dalam area rumah jabatan Bupati Kolaka Utara, fasilitas resmi milik pemerintah daerah yang semestinya mencerminkan wibawa dan keteladanan.
Temuan tersebut didokumentasikan jurnalis Kolutsociety saat melakukan peninjauan di lokasi. Dalam dokumentasi yang diperoleh, terlihat beberapa botol minuman beralkohol berada di dalam bangunan rumah jabatan.
Jurnalis Kolutsociety, yang berada di lokasi pada saat itu, menyampaikan bahwa botol tersebut ditemukan di bagian dalam bangunan rumah jabatan.
“Saat melakukan peninjauan, kami melihat langsung botol minuman keras berada di dalam area rumah jabatan. Temuan itu kemudian kami dokumentasikan sebagai bagian dari kerja jurnalistik,” ujar jurnalis Kolutsociety.
Ia menegaskan bahwa publik berhak mengetahui kondisi fasilitas negara, terlebih dalam momentum Ramadan yang memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat.
“Rumah jabatan bukan ruang privat biasa. Itu simbol pemerintahan. Karena itu, wajar jika masyarakat mempertanyakan,” tambahnya.
A (24), warga yang ditemui oleh Kolutsociety menyayangkan temuan tersebut. Mereka menilai rumah jabatan kepala daerah seharusnya dijaga dari aktivitas atau benda yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif.
“Kalau benar itu ditemukan di rumah jabatan, tentu ini perlu penjelasan. Apalagi ini bulan Ramadan. Pemerintah harus terbuka supaya tidak muncul spekulasi liar," ujar A.
Menurutnya, transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.
P (23), pengamat tata kelola pemerintahan daerah yang dimintai tanggapan menyatakan bahwa persoalan ini bukan semata tentang keberadaan botol minuman, tetapi tentang persepsi dan akuntabilitas.
“Fasilitas negara memiliki nilai simbolik. Ketika muncul temuan seperti ini, klarifikasi cepat dan transparan sangat penting untuk menjaga kredibilitas institusi,” ujarnya.
Publik kini menunggu sikap resmi pemerintah daerah. Jika terdapat unsur kelalaian, langkah evaluasi dan klarifikasi terbuka dinilai sebagai bentuk tanggung jawab institusional.
Di tengah bulan Ramadan, masyarakat berharap seluruh penyelenggara negara dapat menjaga integritas serta memastikan fasilitas publik digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
Kolutsociety menegaskan bahwa pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial media dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Tags:
Problematika
